REVIEW BUKU "MACAM-MACAM PLOT"

November 27, 2020 Novi 0 Comments

 MACAM-MACAM PLOT

Cover buku "Story: Subtance, structure, style, and the principles of screenwriting"
 

Tahukah kamu? Bahwa membuat sebuah cerita pasti terdapat sebuah plot yang akan menuntun cerita ke arah yang lebih jelas. Terutama untuk pembuatan sebuah film. Plot adalah urutan peristiwa yang terjadi dalam sebuah cerita dengan adanya sebab akibat sebagai penghubung cerita untuk menjadi satu kesatuan yang utuh. Di Indonesia sendiri, buku yang membahas mengenai seluk beluk bagaimana membuat cerita yang benar masih terbilang minim. Maka dari itu, Saya akan mengulas beberapa macam plot beserta ciri-cirinya yang saya ambil dari buku Story: Subtance, Structure, Style and the principles of screenwriting karya Robert Mcee pada tahun 1997 yang tentunya saya rangkum sendiri mengingat teks dalam buku tersebut masih kedalam bahasa Inggris. 


 Gambar 1. Macam-macam plot. 


1. Arch Plot

Arch Plot, semua kejadian didalam cerita memiliki alasan yang sudah jelas. Masalah yang muncul didalam cerita dijelaskan secara jelas dengan memakai konsep sebab dan akibat. Contohnya, Masalah muncul karena ia menyalakan api yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia.

Ending cerita yang jelas dan tidak membuat ambigu. Protagonis menghadapi ekternal konflik, maksudnya disini ia menghadapi masalah dari luar. Progress cerita/ jalannya cerita berjalan dengan waktu frame yang linier. Cerita berjalan tanpa menggunakan dua peradaban atau bisa dikatakan cerita berjalan sesuai dengan waktu dari pagi hingga malam dan seterusnya. Arch Plot hanya memiliki satu protagonis yang jelas dan protagonis aktif menghadapi konflik sendiri atau tokoh bergerak sendiri tanpa bantuan dari tokoh yang lain. Dan yang terakhir adalah apapun realitas yang ada, aturan tetap harus konsisten diikuti.  


2. Mini Plot

Mini Plot, semua yang telah terjadi dalam cerita pada akhir film/ending membuat penonton penasaran. Ending cerita terkesan ambigu atau tidak terselesaikan. Bisa menggiring opini penonton akan adanya season selanjutnya. Pada mini plot, protagonis menghadapi konflik internal atau konflik yang berasal dalam dirinya sendiri. Memiliki lebih dari satu protagonis, dimana mengindikasi potensi sub-plot. Protagonisnya pun memiliki sifat pastif maksudnya disini yaitu, bereaksi terhadap konflik tapi menghadapinya dibantu dengan protagonis yang lain.

3. Anti Plot

Anti plot sendiri memiliki jalan cerita atau kejadian didalam penceritanya tidak begitu jelas. Seringkali banyak unsur ketidaksengajaan/absurd. Kejadian, unsur sebab dan akibat atau realita yang diceritakan tidak konsisten. Protagonis dalam anti plot ini tidak ada perubahan dari awal hingga akhir cerita. Biasanya, anti plot ini seringkali digunakan dalam film experimental.

4. Multi Plot

Multi plot memiliki unsur Arch plot namun biasanya pada multi plot ini memiliki open ending (ending yang tidak jelas dan membuat ambigu. Biasanya, multi plot campuran antara Arch plot dan Mini plot.

5. No Plot

Pada No plot, jalan cerita melalir tanpa adanya sebuah aturan dan karakter yang diciptakannya tidak membuat perubahan positif dan negatif.


Nah, itulah beberapa macam-macam plot yang seringkali digunakan dalam proses pembuatan cerita demi menciptakan satu kesatuan yang utuh. Adapula macam atau jenis plot yang lainnya sepirti linier, non linier, sirkuler dan lain sebagainya. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat dan apabila ada kesalahan silahkan isi dalam kolom komentar. Pendapat teman-teman akan menjadi bahan diskusi bagi kami. 



Sumber: Mckee, Robert. 1997. Story: Subtance, Structure, Style, and the Principles of Screenwriting. 

United States of Amerika: Regan Books


0 Comments: