Cerita Film - Review Film The Witch: Part 1 The Subversion

July 22, 2020 Novi 6 Comments

REVIEW FILM “THE WITCH: PART 1 THE SUBVERSION”


Poster Film The Witch: Part 1 The Subversion (2018)

Film yang berasal dari Korea ini dirilis pada tanggal 27 Juni 2018, memiliki genre action, misteri dan fantasi. Film ini memiliki judul korea dengan nama “Manyoe” yang disutradarai dan ditulis oleh Park Hoon Jung. Film berdurasi 125 menit ini diperankan oleh aktor-aktor yang sudah tidak diragukan lagi kemampuan aktingnya, yaitu Kim Da-Mi (Ja-Yoon), Jo Min-Soo (Dr.Baek), Choi Woo-Sik (Nobleman), Park Hee-Soon (Mr. Choi), dan Da-Eun (Gadis berambut panjang), dsb. Film “The Witch: Part 1. The Subversion" ini berhasil memenangkan beberapa penghargaan dalam kategori “Best New Actress”, diantara lain 22nd Fantasia International Film Festival, 27th Buil Film Awards, 55th Grand Bell Awards, 2nd The Seoul Awards, 39th Blue Dragon Film Awards, 18th Director’s Cut Awards, dan 10th KOFRA Film Awards.

Pada pembuka film ini diperlihatkan bagaimana anak-anak disiksa dan dibunuh ketika melakukan kesalahan. Film ini mengisahkan tentang Ja-Yoon yang hilang ingatan setelah kabur dari pusat penelitian rahasia pemerintah yang membuatnya memiliki kemampuan khusus. Dr. Baek dan Mr. Choi pun mencarinya selama beberapa tahun. Ja-Yoon yang ditemukan oleh keluarga yang memiliki ternak sapi langsung mengangkatnya sebagai anak dikarenakan keluarga itu sebelumnya telah kehilangan satu-satu anaknya setelah mengalami kecelakaan.

Gambar 1. Screencaptured Film The Witch: Part 1 The Subversion

Karakter Kim Da-Mi sebagai Ja-Yoon memang sukses membuat penonton ikut andil dalam tipu daya yang dimainkannya selama pemutaran film berlangsung. Ja-Yoon yang ditampilkan sebagai anak polos berhasil membuat penonton mengasihani dirinya sebagai tokoh utama yang tersiksa. Sebagai contoh saat dirinya yang mengidap penyakit berbahaya dan hanya bisa bertahan hidup selama satu sampai dua bulan lagi yang mengharuskannya mendapatkan transplatasi sumsum dari Orang tua biologisnya, Saya diperlihatkan adegan bagaimana rasa sakitnya Ja-Yoon mengalami itu semua.

Gambar 2. Screencaptured Film The Witch: Part 1 The Subversion

Gambar 3. Screencaptured Film The Witch: Part 1 The Subversion

Dan saat dirinya yang diburu oleh Nobleman dan beberapa anak khusus lainnya setelah melakukan audisi menyanyi demi membantu kedua orangtuanya membayar tagihan rumah sakit dan biaya Ibu angkatnya yang mengalami Demensia, membuat Saya semakin terhanyut akan peran Kim Da-Mi sebagai Ja-Yoon sebagai anak yang menyayangi keluarga barunya.

Tanda-tanda yang dimunculkan dalam film ini pun memperkuat jalannya cerita sebagai satu kesatuan yang utuh ditandai dengan bekas luka dipunggung Ja-Yoon sebagai tanda bahwa ia adalah anak yang pernah menjadi bahan penelitian dan berita kecelakaan yang terjadi oleh keluarga angkat Ja-Yoon yang kehilangan putrinya sebagai tanda bahwa Ja-Yoon yang sudah mempersiapkan segalanya untuk mencari keluarga yang mau menerima dirinya.

Gambar 4. Screencaptured Film The Witch: Part 1 The Subversion

Gambar 5. Screencaptured Film The Witch: Part 1 The Subversion

Gambar 6. Screencaptured Film The Witch: Part 1 The Subversion

Aksi-aksi yang disuguhkannya pun tak kalah menarik yaitu saat Nobleman dan para anak khsusnya membantai satu keluarga juga adegan saat Nobleman menggunakan sihirnya untuk menghabiskan nyawa seorang supir dalam film tersebut. Menunjukkan betapa sadisnya mereka dengan kekuatan yang dimiliki.

Gambar 7. Screencaptured Film The Witch: Part 1 The Subversion

Gambar 8. Screencaptured Film The Witch: Part 1 The Subversion

Dan saat adegan Ja-Yoon yang berhasil masuk kedalam pusat penelitian lagi demi mendapatkan informasi mengenai obat untuk penyembuhan dirinya juga demi bertahan hidup yang dimilki oleh Dr. Baek, yaitu sebuah serum dengan pemakaian sebulan sekali. Dan bagaimana ia membunuh Dr. Baek juga Nobleman beserta yang lainnya tanpa ampun. Disini saya diperlihatkan bagaimana cerdiknya seorang Ja-Yoon dengan Dr. Baek mengenai permainan pikiran yang berhasil ia dapatkan informasi mengenai serum untuknya bertahan hidup.

Gambar 9. Screencaptured Film The Witch: Part 1 The Subversion

Gambar 10. Screencaptured Film The Witch: Part 1 The Subversion

Film The Witch: Part 1 The Subversion sendiri saya beri nilai 8/10. Karena memiliki karakter utama yang kuat dengan alur cerita yang menarik, yang berhasil menipu penonton dengan aksi “hilang ingatan” yang dikemas dengan permainan cerdas nan ciamik. Sifat penyayang Ja-Yoon yang masih ada dalam dirinya pun membuktikan bahwa Ja-Yoon hanya ingin bertahan hidup dan meninggalkan masa lalunya yang mempermainkan dirinya untuk suatu alat percobaan. Karakter Ja-Yoon akan “sadis” saat ia benar-benar dihadapkan dengan orang-orang yang akan membahayakan dirinya dan juga keluarga juga teman terdekat yang ia sayangi. Perbedaan ini bisa kita lihat dari karakter Nobleman dan pengikutnya yang terkesan dingin dan sadis. Namun, yang disayangkan dalam film ini adalah pada beberapa anak khusus lain seperti pengikut Nobleman tidak diperlihatkan terlalu banyak sehingga penguatan karakter pada karakter pembantu tersebut hanya seperti adegan kilas demi menuangkan bumbu untuk kesan adanya beberapa anak khusus selain Ja-Yoon. Film ini bisa kalian tonton di digital platform Viu atau lainnya. Film ini patut untuk ditonton karena akan membuat kalian terhanyut dan ikut andil dalam permainan Ja-Yoon bersama aksinya.

Review Film By: Novi Assyadiyah

6 Comments:

Cerita Buku - Review Broken Home An Inspiring Life Journey

July 08, 2020 Semut Kecil 2 Comments

 Broken Home : An Inspiring Life Journey

Buku Broken Home : An Inspiring Life Journey

Judul Buku : Broken Home : An Inspiring Life Journey
Halaman : 115
Harga Buku : Rp. 65.000, -
Penulis : @rutamianisa , 2020
Desain Sampul : Inekeu
Desain isi : @millatigr
Diterbitkan oleh Salam
Cetakan 1, Februari 2020
Nilai Buku Menurut saya : 8 dari 10

    Buku ini saya beli 7 maret 2020, 4 bulan yang lalu dan sudah selesai saya baca hari itu juga. Buku ini memiliki bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami maksudnya dengan mudah. Saya yakin siapapun yang membacanya tidak memerlukan waktu yang lama. Isi dari buku ini adalah kumpulan-kumpulan motivasi dari penulis tentang broken home.

    Hal yang menarik dari buku ini adalah setiap halaman memiliki design gambar dan penulisan yang berbeda dan tidak membosankan untuk membacanya. Setiap halaman memiliki makna nya masing-masing. Untuk teman-teman yang mudah sekali jenuh ketika membaca, saya rasa tidak akan merasakan hal itu ketika membaca buku ini. Satu hal menarik lainnya adalah pada halaman terakhir buku ini terdapat lembaran-lembaran kosong yang dapat kita isi sesuai isi hati kita. Disini saya belum melakukannya karena saya masih belum tau akan menulis apa.

    Buku ini dari judulnya mungkin memang ditunjukkan untuk orang yang mengalami broken home, tapi untuk yang tidak broken home pun akan mendapatkan hal-hal baik setelah membacanya karena banyak kata penyemangat untuk berbagai kalangan juga.

    Seperti tulisan saya di cerita buku sebelumnya saya akan membagi beberapa halaman dari buku ini. Halaman yang saya bagi ini merupakan halaman yang menyentuh dan bisa jadi membenarkan apa yang saya rasa.

    "Di dunia ini, tak ada kesedihan yang selamanya. Tak ada pula kebahagiaan yang selamanya. Sederhanakan prasangkamu."
    Kalimat penyemangat dari penulis yang memang benar adanya. Tak ada yang selamanya. Semua hanya sementara. Tulisan yang dikemas dengan gambar menggemaskan didalamnya. 

    "Paradigma negatif tentang anak broken home hanyalah sebuah mindset."
Saya setuju. Banyak yang memandang negatif akan hal itu termasuk saya sendiri padahal saya adalah orang yang mengalami. Semua itu akan menjadi negatif ketika dia tak ada yang menerima dan mendukungnya. Dan ya memang itu semua tetap kembali kepada pribadi masing-masing bukan?    

    Ada beberapa tokoh yang mengalami broken home yang dituliskan di buku ini yaitu Presiden ke-6 SBY, Steve Jobs dan Oprah.

  

    "Orang yang ada ketika kita down adalah orang yang pantas berada dekat kita ketika kita di atas."
    Kata penyemangat dan pengingat untuk diri sendiri. Untuk berterimakasih pada mereka yang ada ketika masa-masa sulit. Menjaga lebih sulit dibandingkan dengan memulai suatu hubungan. Karena bagi kita yang merasa, rasa percaya itu menjadi hal wajib. Karena sebelumnya rasa itu pernah hilang.

    Kalimat yang menyentuh untuk saya pribadi dan mungkin akan di iyakan oleh beberapa orang yang membaca ini. Bukankah memang ini berlaku untuk semua orang tidak hanya untuk anak broken home saja?  Tapi memang tetap berbeda. Ada kalimat pada satu halaman yang berkaitan dengan halaman ini. 
    "Ketika rasanya tidak mudah untuk memberikan kepercayaan pada seseorang. Semua itu hanya karena aku tak ingin mengulangi apa yang terjadi."
Kembali pada rasa percaya.


      Masih banyak hal-hal positif yang akan kita dapat dari buku ini. Saya tidak membagikan semuanya bukan karena tidak menarik namun sepertinya akan lebih terasa jika langsung membacanya di buku. Dengan punya bukunya kita dapat langsung melihat, membaca dan menuliskan apa yang ingin kita tulis di halaman akhir.
Beberapa Halaman Terakhir

    Buku ini tidak menggurui atau menasehati secara berlebihan. Buku ini juga sangat ringan untuk kita bawa berpergian. Terakhir kalimat untuk kalian semua yang membaca halaman ini sampai akhir.

Semesta memilihmu bukan karena kamu rapuh, melainkan karena kamu bisa melewati ini dengan kehebatan dan kekuatanmu. Mungkin kamu terlihat berbeda, tapi itulah cara semesta memilihmu di antara ratusan juta manusia, kaulah yang pantas menerima ini. Menerima diri yang siap menjadi inspirasi bagi mereka yang belum tahu cara menghargai.

Terimakasih telah menyediakan waktu untuk membaca ini. Kritik dan saran sangat diterima. Dan jika ada yang sudah membaca bisa berbagi kalimat mana yang menjadi favourite. Satu lagi, buku ini bisa kalian beli di toko-toko buku kesayangan.


2 Comments:

Cerita Film - Review “GIRL FROM NOWHERE”

July 05, 2020 Novi 9 Comments


 
Poster Film Girl From Nowhere (2018)
        
           Serial televisi yang berasal dari Thailand ini memiliki genre misteri fantasi dimana terdapat satu karakter yang mewakilkan 11 kejadian yang diangkat dari kisah nyata. Karakter tersebut dibintangi oleh Chicha Amatayakul sebagai Nanno, gadis misterius yang tiap per-episodenya menjadi siswi baru dari sekolah yang akan ia ungkap sisi kelam didalamnya. Serial ini sendiri dipublikasikan pada tahun 2018 di platform digital Netflix sebagai series originalnya. Serial ini memiliki 13 episode dimana masing-masing episodenya memiliki durasi 35-50 menit.
            Poster yang ditampilkan dalam platform Netflix pun berhasil menipu Saya sebagai penonton. Namun ketika Saya sudah menyelesaikan episode pertama, Saya dibuat kagum akan pengemasan cerita yang disajikan dalam film tersebut. Saya pun dibuat terperangah akan pesan dan kejadian-kejadian dalam tiap episodenya. Seolah dibuat kagum akan karakter bernama Nanno disetiap episodenya dengan tingkah laku juga aksi yang dilakukannya.
            Saya mencoba membuat premis dari keseluruhan cerita dalam satu serial ini, yaitu Siswi misterius bernama Nanno yang mengungkap sisi kelam dunia persekolahan. Dari premis yang saya buat ini, sudahkah kalian memahami benang merah yang ingin Saya sampaikan? Ya, sisi kelam dari dunia sekolah seringkali membuat kita salah paham dan menghakimi dengan cara sukarela tanpa tau asal-usulnya. Menurut Saya, karakter Nanno ini sangat berhasil diperankan oleh Chica Amatayakul. Apalagi, ketika sudah mendengarnya tertawa keras demi menuangkan rasa puas dalam dirinya. Sisi Psiko pun bisa kita lihat dalam karakter ini.
Berikut akan saya jelaskan sisi menarik dari karakter Nanno tiap per-episodenya:
Episode 1 “The Ugly Truth
Nanno, siswi baru dengan keberanian yang luar biasa berhasil mengungkapkan kebusukan sekolah yang dianggap paling suci diantara sekolah lainnya. Perannya yang sukarela menjadi ‘model’ video pembelajaran olahraga membawanya kepada pelecehan seksual disekolah tersebut. Ia pun berhasil mengadudombakan seorang guru yang terlibat dalam tindakan pelecehan dengan keluarganya sendiri.
Episode 2 “Apologies
Nanno, siswi baru yang sudah menarik perhatian para lelaki disekolahnya membuat teman-temannya cemburu dan menjerumuskannya kepada satu malam yang membuat ia diperkosa dan dibunuh. Hal yang menarik pada episode ini adalah ketika Nanno sudah dibunuh dan dikubur, ia kembali hidup dengan karakter yang semakin membuat teman-temannya ketakutan dan mengulangi hal yang sama.
Episode 3 “Trophy
Nanno, siswi baru disekolahnya memberikan kunci sukses kepada siswi bernama Mew untuk menjadi genius disekolahnya. Nanno pun memberikan Mew kehidupan yang diinginkannya namun Mew yang sudah terlanjur hidup dalam kebohongan terpaksa harus terperangkap didalamnya dan bersandiwara selamanya. Nanno seakan-akan memberikan pelajaran kepada Saya untuk hidup dalam kebisaan yang dimaksimalkan tanpa harus memanipulasi hasil yang ditampilkan.
Episode 4 “Hi So
Pada episode kali ini kita seperti diajak oleh karakter Nanno kedalam kebohongan yang ditutupi dan uang adalah segalanya. Karakter Nanno yang merahasiakan salah satu rahasia siswa membuat ia tampak mengajak Saya untuk berkeliling dengan berhenti ditempat yang sama. Lingkaran ekonomi yang cukup membuat bergidik ngeri pun berhasil disampaikan oleh Nanno dalam aksinya yang nampak tenang namun sempurna.
Episode 5 “Social Love
Nanno mengajak kita untuk melihat ke-toxic ­an yang terjadi dalam masyarakat pada umumnya. Ia berperan sebagai gadis lugu yang berkencan dengan Han, akibat salah satu gossip yang menyebar disekolahnya. Padahal Han sudah memiliki kekasih. Han yang menyukai ketenaran membuat kebohongan bahwa ia menyukai Nanno. Dan dampak dari itu pun, terjadi kecemburuan yang mengakibatkan Nanno diincar untuk diberi pelajaran oleh kekasih Han.
Episode 6&7 “Wonderwall Part 1&2
Nanno, siswi baru yang mencoba menjadi manager dalam tim sepak bola disekolahnya membuat iri salah satu siswi yang menjabat sebagai manager utama. Rasa iri itu berkembang menjadi dendam dan dituangkan kedalam dinding toilet akan sumpah serapahnya. Tak diketahui sumpah serapahnya akan menjadi kenyataan dan membuat yang lainnya mengikutinya membuat ia merasa menyesal namun penyesalannya itu sudah terlambat.
Episode 8 “Lost & Found
Nanno mengajak Saya sebagai penonton untuk mengikuti aksi gilanya dalam hal mencuri. Ia pun membantu TK, seorang kleptomania untuk bertemu lagi dengan Ayahnya dengan membuat aksi yang membuatnya harus ditahan. Pada episode ini, Saya melihat bahwa karakter Nanno sangat nyaman berada dalam fase ini ketika bersama TK. Terlihat dari tatapan matanya pada menit terakhir saat ia mengucapkan perpisahan kepada TK.
Episode 9 “Trap
Nanno, lagi-lagi mengajak Saya untuk melihat sisi psikonya yang membuat guru juga murid terjebak dalam saru ruangan. Nanno membuat keadaan menjadi semakin menegangkan ketika berhasil memancing guru dan muridnya saling menyerang.
Episode 10 “Thankyou, Teacher!
Nanno membuat salah satu guru disekolahnya mengenang luka lama hingga membuat ia hilang kendali setelah diperingatkan oleh kepala sekolah untuk mengganti cara mengajarnya yang cukup keras.
Episode 11 “The Rank
Nanno membuat salah satu siswi Ying semakin terobsesi dengan tingkat kecantikan yang berada disekolahnya. Ying bahkan berani malakukan segala cara untuk membuat saingannya terpuruk dan merasa malu dengan wajahnya. Karakter Nanno pada episode ini mengajarkan kita bahwa kecantikan bukanlah hal dari seglanya yang harus dimiliki.
Episode 12&13 “BFF Part 1&2
Nanno membongkar keburukan teman-teman semasa SMA-nya pada saat perayaan reuni dengan membongkar kapsul waktu yang dahulu mereka kubur bersamaan. Julukan “Psycho Nanno”, semakin meyakinkan mereka saat Nanno melakukan aksi yang membuat semuanya saling menyalahkan bahkan hampir membunuh. 
            Itulah kegilaan karakter Nanno dalam film ini. Aksi-aksi yang menjadikannya sebagai korban dalam tiap episodenya dengan gaya psycho-nya membuat film ini memiliki keunikan tersendiri. Episode yang menurut saya paling menarik diantara yang lainnya adalah pada episode 8 dengan judul Lost and Found, dimana karakter Nanno disini terlihat cukup menikmati masa-masanya saat bersama TK, seorang kleptomania. TK yang menginginkan Nanno ingin Nanno berjanji untuk bersamanya dan membuat Saya bisa melihat sisi lain dari karakter Nanno yang enggan menghilang. Karena serial film ini selalu menampilkan cerita Nanno dari sisi yang berbeda tiap episodenya. Pada episode 8 tersebut, Saya seakan-akan bisa melihat karakter Nanno dalam arti keseluruhan yang menemukan tempat nyamannya diantara episode lainnya. Dengan alur yang dibalut konflik sederhana namun sangat jelas maknanya membuat Saya merekomendasikan serial ini. Saya memberikan nilai 8/10. Kalian bisa menyaksian serial ini di Netflix. Apa yang ada pada elemen film ini Saya yakin akan membuat kalian ikut bermain dalam aksi Nanno yang cukup menggilakan.

Review Film by Novi Assyadiyah

9 Comments: