Sakura dan Violet

January 29, 2020 Semut Kecil 5 Comments

Sebelumnya saya pernah menulis tentang kawan-kawan yang memiliki cerita penuh warna. Tentang 4 orang yang dipertemukan karena satu keadaan. Cerita mereka dapat dibaca disini. Saya juga sempat menulis tentang pertemanan yang dipertemukan oleh satu ajang pencarian bakat. Sampai saat ini kami masih berkomunikasi satu sama lain, tulisan tentang mereka memang tidak banyak namun tetap memiliki arti yang besar. Tulisan dapat dibaca disini

Sekarang saya ingin membagikan satu cerita lagi, bukan tentang mereka yang sudah disebutkan sebelumnya. Ini tentang dua orang yang hadir memberikan warna, tentang dua orang yang membantu saya menuju jalanan yang terang, tentang dua orang yang memiliki karakter yang berbeda satu sama lain. Satu dari mereka menyukai sakura dan satu yang lainnya seperti violet.

Saya tidak tahu apakah tulisan ini berlebihan atau tidak. Jelasnya pertemuan saya dengan mereka membuat saya belajar akan banyak hal sehingga saya ingin membagikannya dan sekaligus ingin mengungkapkan terimakasih dalam bentuk sebuah tulisan. Saya bersyukur Allah SWT sudah mengizinkan saya bertemu dan dekat dengan mereka.

Sakura. Bunga Sakura memiliki makna khusus dan filosofi mendalam bagi masyarakat Jepang. Pertama, bunga kehidupan ini berarti kesejukan, kebahagiaan, keheningan dan ketenangan. Kedua, bunga kehidupan ini bermakna perpisahan ketika mulai berguguran diterpa angin. Ketiga, kecantikan bunga sakura melambangkan kegembiraan dan kesedihan. Bunga sakura mengingatkan manusia agar selalu bersyukur sebagai penghargaan atas kehidupan dan kesedihan. Saya tidak akan menceritakan bunga sakura yang ada di Jepang saya, saya akan menceritakan Sakura yang saya kenal dekat tahun lalu. Dia seperti Sakura. 

Violet. Bunga Violet sendiri sering diartikan sebagai lambang dari kesetiaan, kebijaksanaan dan harapan. Ia membawa janji tentang kehidupan yang lebih baik dan maju. Bahkan dibeberapa kerajaan, bunga ini melambangkan kekuasaan. Kekuasaan yang teguh menerapkan kebenaran, dijalankan dengan penuh pengabdian dan cinta serta membawa kita kepada masa depan yang cerah. Bunga violet merupakan bunga yang indah dan harum. Seperti Sakura diatas, saya pun akan membahas Violet yang saya kenal. Dia bukan Violet, namun lebih dari itu.

13 Februari 2017 adalah hari pertama saya bertemu dengan mereka. Asing. Saya membatasi diri dari lingkungan sekitar sehingga saya tidak cukup kenal dengan mereka dan saya pun masih dengan segala pemikiran saya saat itu. Tidak ada kesan pertama. Begitupun dengan mereka sepertinya. Bertegur sapa pun hanya sesekali untuk memecah sunyi jika bersama atau hanya untuk keperluan pekerjaan saja itupun jarang.

Pada akhir tahun 2018 saya mulai didekatkan dengan Sakura oleh Semesta. Semesta memang memiliki cara yang indah untuk mempertemukan manusia. Layaknya Bunga Sakura, dia memiliki ketenangan dalam menghadapi setiap masalah. Heningnya dia pun hanya diawal. Kami tetap belum dekat. Berinteraksi pun sebatas itu. Sampai pada satu titik saya diajak untuk mencari ilmu Agama bersama. Saya yang pemahamannya masih sedikit dan pada masa itu saya sedang berada dititik terjauh pun mengiyakan ajakannya. 

Seiring waktu berjalan dan kami sering bersama mencari ilmu pada saat yang bersamaan pula Semesta mendekatkan saya dengan Violet pada tahun 2019. Saya tidak terlalu kenal dengan dia sebelumnya, saya tahu dia pun karena satu kisah dengan masa lalunya. Terlalu tidak peka memang saya terhadap sekitar saya. Rasa pertama, Canggung. Violet memang tidak seperti sakura yang memiliki ketenangan. Violet memiliki ketegasan akan sebuah pilihan. Ketegasan itu pula yang membawanya berada disini. Ketenangan Sakura dan Ketegasan Violet membawa saya dari titik terjauh ke posisi saat ini. Tidak gelap namun memang masih belum terang. Setidaknya sudah tenang. Terimakasih.

Ternyata kecanggungan diawal itu hanyalah sebuah awalan. Saat ini kita sudah sedekat ini. Itu yang saya rasa dan semoga kalian pun merasakan hal yang sama. Saya bukan orang yang pandai dalam berbicara. Kata-kata itu tertahan semua didalam kepala bukan karena gengsi. Banyak yang ingin saya sampaikan pada kalian. Dan saya berterimakasih kalian mengerti itu dan saya pun selalu berusaha untuk selalu mengerti posisi kalian.

Saya ingin sekali menceritakan betapa luar biasanya kalian tapi mungkin lengkapnya bukan ditulisan ini. Saya akan selalu mengingat semangat juang Violet dan kesabarannya yang membuahkan hasil luar biasa. Sakura yang selalu tenang setiap ada badai yang menerpa dirinya. Sering beberapa kali saya tidak paham apa yang mereka rasa karena heningnya mereka. Namun saya tau, mereka tidak pernah menyerah akan masalah. Itu salah satu yang saya pelajari. Saya tidak bisa menceritakan secara detail dalam satu tulisan karena terlalu banyak cerita bersama kalian. Dari yang sederhana sampai yang rumit sekalipun. Saya ingin menuliskan ucapan terimakasih dan maaf.

Terimakasih untuk waktu yang telah kalian sediakan untuk sesekali bertemu dan maaf karena saya sering mencuri waktu istirahat untuk bertemu. Terimakasih telah menjadi pendengar dan penasihat yang luar biasa dalam segala cerita dan maaf atas segala cerita yang berulang. Terimakasih sudah bersabar dengan segalah hal yang menyebalkan dan maaf atas segala tingkah yang mengganggu. Terimakasih untuk selalu jujur ketika marah atau kesal dan maaf untuk segala kata yang menyinggung. Terimakasih selalu jujur ketika saya berbuat salah dan menegurnya dengan baik. Terimakasih atas segala warna. Mari kita buat cerita esok lebih baik. Tidak perlu selalu bersama setiap waktu karena hidup bukan hanya tentang kita. Masih banyak cerita yang perlu kita buat bersama yang lainnya. Jika hati mulai merasa rindu dan kalaupun waktu belum memberikan izinnya untuk bertemu mari curahkan rindu ini dalam do'a dan ucapkan.

Mungkin cukup untuk tulisan ini. Masih banyak yang ingin dibagi. Mungkin dalam bentuk lain atau mungkin hanya akan tersimpan secara khusus dalam hati. Sekali lagi terimakasih untuk kalian. Mari terus melukiskan warna dengan cerita dan ceria.

Akhir kata,
Uhibbukum Fillah.



5 Comments: