Cerita FIlm - Review Ratsasan Film

February 05, 2019 Semut Kecil 13 Comments

> RATSASAN (2018) <


Setelah lama tidak menulis disini, akhirnya hari ini memutuskan untuk menulis karena ingin berbagi kisah dari satu film yang baru ditonton kemarin. Maka tulisan pertama saya pada tahun ini adalah tentang review film. Sesuai dengan judul, film yang akan direview adalah film dari negara India, Ratsasan. Film ini tayang pada bulan oktober 2018 dan mendapatkan rating 9,2. Saya termasuk orang yang pilih-pilih dalam menonton film india. Bukan karena kualitasnya tetapi lebih pada durasi filmnya yang sangat panjang. Film india yang ditonton pun merupakan rekomendasi dari teman-teman, jarang hasil cari sendiri. Karena biasanya kalau hasil sendiri suka zonk. Okay, mari langsung saja ke reviewnya dari pada banyak basa-basi. Oiya, dalam review ini saya mengusahakan agar tidak spoiler, semoga yang membaca bisa tertarik untuk menonton film ini. FILM INI TERMASUK FILM YANG WAJIB DITONTON.

Ratsasan merupakan film tahun 2018 dengan genre Thriller, film ini diproduksi oleh Axess Film Factory. Para pemain yang terlibat dalam film ini ialah Vishu Vishal, Amala Paul, Suzane George dan masih banyak lagi. Durasi film ini 145 menit ditambah iklan didepannya (ini ciri khas film india yang pernah ditonton). Film ini merupakan film pshyco keren yang pernah saya tonton, benar kata orang yang merekomendasikan film ini, memang seru. Disarankan untuk yang penakut agar menontonnya disiang hari.

Alur. Pada menit-menit awal para penonton akan secara tidak sadar ditarik kedalam film, kita akan dibuat fokus pada film ini. Awalnya saya kira film ini mengusung alur maju mundur, ternyata setelah dicermati alurnya normal dan tetap menarik untuk diikuti JANGAN DI SKIP FILMNYA.

Arun Kumar. Adegan awal dimulai pada keinginan Arun Kumar sang pemeran utama menjadi sutradara film pshyco namun karena cerita yang ia buat kurang meyakinkan maka banyak pihak yang menolaknya. Arun pun putus asa, karena tuntutan keluarga yang mengharuskan dia mencari uang maka akhirnya Arun melamar pekerjaan lain menjadi polisi. Disini petualang pak Arun dimulai. Selang beberapa waktu arun bekerja sebagai polisi munculah kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang Pshyco. Arun tertarik untuk memecahkan kasus ini, begitupun saya. Arun pun diberi kesempatan oleh ibu-ibu judes (silahkan tonton sendiri) untuk memecahkan masalah ini. Tapi Arun juga manusia biasa, akan ada masa dimana dia tidak menemukan jawaban dan durasi film 2 jam itu tidak akan mudah pemecahan masalahnya.

Bu Guru Viji. Awal kemunculannya sudah tertebak bahwa ia akan menjadi pemeran penting, khususnya untuk sang pemeran pria. Bu guru Viji merupakan guru dari keponakan Arun yaitu Ammu. Seperti kisah cinta pada umummnya, pertemuan pertama akan terkesan buruk namun seiring berjalannya waktu mereka akan saling jatuh hati. Dan kerennya film ini adalah tidak terfokus pada kisah percintaan, film tetap pada jalurnya yaitu thriller. Disini Bu guru pun membantu pak Arun dalam memecahkan kasus.

Ammu. Keponakan Arun satu ini masih muda, dia menjadi penghubung antara Arun dan Bu guru. Disini hubungan ammu dan arun akan benar-benar membuat para penonton meneteskan air mata. Sungguh mengharukan hubungan paman dan keponakkan ini. Betapa sayangnya seorang paman. Ammu beruntung punya paman sebaik itu.

Korban. Disarankan untuk tidak menonton film ini sebagai teman makan, karena anda akan disuguhkan dengan kondisi korban yang mengenaskan dan membuat anda kehilangan selera makan kecuali untuk yang sudah terbiasa. Para korban difilm ini semuanya adalah perempuan muda, cara penculikkannya pun sama. Cara para korban meninggal pun sama. Silahkan cermati dan catat jika perlu.

Pshyco. Menariknya film ini adalah pelaku pembunuhan. Dari awal film kita akan dibuat untuk menebak siapa pelakunya. Sang pembuat film sangat pintar, dengan memainkan berbagai macam karakter agar kita tidak langsung sadar siapa pelaku sebenarnya. Cara pelaku membunuh pun rapih sekali. Durasi 2 jam itu pas rasanya. Kita tidak akan pernah menyangka bahwa dia lah pelakunya. Alasan pelaku melakukan ini semua selain diminta sang pembuat film adalah dendam dan trauma akibat bullying


Hal yang didapat. Film berdurasi lama ini meninggalkan kesan dan pesan yang luar biasa. Menyadarkan kita sebagai manusia untuk baik dalam bersikap. Seburuk apapun keadaan orang, kita tidak punya hak untuk menghinanya. Karena tanpa sadar ucapan hinaan itu akan membekas dan mungkin bisa menimbulkan bencana kedepannya. Jadi, jadilah manusia yang baik.

13 Comments: