PENGENALAN

June 14, 2016 Semut Kecil 8 Comments


            Ketika kebohongan sudah menjadi sebuah tradisi maka kejujuran sudah menjadi hal yang langka, adapun orang yang masih memegang teguh kejujuran akan tetap melakukan kebohongan meskipun itu hanya sedikit kadarnya. Kebohongan yang menjadikan semua yang dimiliki itu menjadi percuma karena itu hanyalah kepalsuan semata. Kepalsuan yang saat ini menjadi bagian dari kehidupan, menjadi salah satu topeng yang membentengi diri dari segala keadaan yang hadir dalam kehidupan. Entah apa yang dilindungi, mungkin harga diri atau mungkin ego yang tak mau kalah? Entahlah. Apapun yang ingin dilindungi oleh kepalsuan jelaslah salah. Salah karena seindah indahnya kepalsuan tetaplah fana sedangkan sepahit pahit nya kejujuran adalah nyata. Itulah pandanganku tentang kepalsuan, kepalsuan yang membuat lelah, kepalsuan yang membuat muak, kepalsuan yang membuat aku ingin lenyap dengan seketika dari peredaran ini.

            Terlalu banyak orang yang manis di depan namun pahit di belakang, tersenyum manis ketika menyapa tapi dibelakang pahit yang dibicarakan. Berpura-pura seakan semua baik-baik saja namun ternyata masih ada saja hal yang mengganjal dalam hati. Berkata aku tak apa-apa tapi ternyata ada apa-apa. Tak masalah jika memang tak ingin aku mengetahui apa yang dirasa namun akan menjadi masalah ketika aku menjadi penyebab dari kepalsuan itu, sedih rasanya. Lebih baik terungkap segalanya meskipun menyakitkan namun setelahnya akan baik-baik saja daripada terpendam terlihat indah namun ternyata itu adalah keadaan yang tak baik.

             Ini kisahku yang mengalami berbagai cerita yang diakibatkan oleh kepalsuan, argument diatas adalah kekesalan ku atas kepalsuan yang ada dihidupku. Namun ada satu kepalsuan yang membuatku belajar banyak hal (persahabatan, cinta, kejujuran dan kesetiaan). Sebelumnya perkenalkan nama ku lazie akira panggil saja aku zie, sekarang aku sedang berusaha menamatkan study ku di sebuah universitas negeri di Indonesia dan aku lahir dari keluarga yang dilandasi oleh kepalsuan. Orang tua ku berpisah sejak aku masih kecil, kenapa orangtua ku pisah? Karena ada kepalsuan yang mewarnai hari-hari mereka sehingga berpisah adalah jalan terbaik (satu alasan aku benci akan kepalsuan) meskipun kata terbaik itu berasal dari mereka sendiri.

            Selama aku menjalani hari-hari ku di kampus, aku banyak sekali menemukan berbagai karakter yang mewarnai perkuliahanku. Ada satu kejadian yang aku ingat sampai saat ini, saat aku memergoki teman ku sedang membicarakan keburukan ku. Seperti argumenku sebelumnya, aku tak pernah mempermasalahkan mereka yang membenciku namun mereka yang membenciku terlihat manis jika bercerita bersamaku itu yang aku permasalahkan. Mungkin memang tak semua orang dapat berterus terang tentang ketidaksukaannya terhadap diriku dengan dalih menjaga perasaan dan aku pun tak dapat memaksa mereka untuk berterus terang. Karena pada dasarnya aku pun terkadang memiliki perasaan seperti itu, perasaan dimana aku tak ingin berterus terang karena tak ingin menyakiti meskipun pada akhirnya aku selalu berterus terang dan mengakibatkan keadaan yang berbeda setelahnya.

            Pada pertengahan kuliahku, aku dipertemukan dengan seseorang yang katanya menyukaiku dari awal bertemu. Darimana aku tau? Aku menanyakan langsung padanya karena selain aku tak suka dengan kepalsuan aku pun tak suka berbasa-basi. dan sekali lagi, pada akhirnya yang kutemui adalah sebuah kepalsuan meskipun kali ini penyebab dari kepalsuan itu adalah aku sendiri.

            Pada akhir masa kuliahku, aku memilih tak menyibukan diri didalam kampus. Mencari suasana baru diluar sana dan mengharapkan pengalaman yang lain. Dan lagi, aku menemui sesuatu yang sudah tak asing bagiku yaitu kepalsuan. Aku hanya dapat tersenyum sinis dan berkata “lagi dan lagi kepalsuan, tak ada habisnya”.

~bersambung~
bercerita karena ingin, kisah ini adalah kisah fiktif bercampur nyata. mohon maaf jika ada kesamaan nama, dan kejadian. lanjutan kisah akan diuraikan secara rinci di chapter-chapter berikutnya. terimakasih sudah membaca, kritik dan saran siap diterima.

-nursan-

8 Comments: